Posted by : Unknown Senin, 14 April 2014



KENANGAN

             Di kelas yang begitu ramai, mengingatkan kembali Syakila gadis yang akrab dipanggil Lala itu tentang masa lalunya. Ya, masa lalu tentang dirinya.
            Beberapa tahun yang lalu, Di sekolah barunya Kirin International School, ia merasa bagaikan ilusi yang tak pernah nyata dan dianggap ada. Menyedihkan memang, tapi ia tidak terlalu memikirkan tentang itu semua           . Namun, ia tak pernah berhenti berharap agar semuanya berubah. Bukan tanpa sebab berpikir seperti itu, ia hanya memiliki teman sedikit. Karena sifatnya yang pendiam, penyendiri dan susah untuk bergaul.
            Kenaikan kelas pun telah tiba, tapi masih saja Lala hanya memiliki sedikit teman, Uh menyebalkan memang. Sekalipun punya, temannya hanya datang disaat membutuhkan, Lalu hilang entah kemana. Hingga pada akhirnya, di kelas terakhir ia memiliki teman. Yah ,,, mungkin bisa dikatakan sahabat. Rani namanya, Rani teman yang baik selalu ada buat Lala. Mereka selalu bersaing dalam mendapatkan nilai yang baik, namun mereka tak pernah bermusuhan ataupun marah. Dimana ada Lala pasti ada Rani, hingga Rani bicara bahwa dirinya followernya Lala. Hahahh. Hingga pada akhirnya, Lala menyukai adik kelasnya sendiri yang bernama Riza. Lala selalu menceritakan semua tentang Riza kepada Rani. Lala sangat menyayangi Riza. Ia bertemu dengan Riza saat ekskul di sekolahnya. Lala selalu melihat Riza di balik jendela saat istirahat karena kebetulan kelas Riza di belakang kelasnya. Riza seperti anak kecil yang beramain-main di waktu senggang seperti perang-perangan, lempar batu dll. Walaupun mereka masih kecil namun mereka telah mengerti arti memilik dan kehilangan.
            Riza dan Lala  selalu saling memberikan do’a dan semangat agar dapat meraih apapun yang terbaik, seperti nilai . Pada suatu saat, Lala  presentasi dan meminta do’a kepada Riza.      Lala      :           Riza, doakan aku ya..
Riza     :           Iya, tapi do’a dalam rangka apa ya?
Lala     :           Besok aku presentasi Bahasa Inggris, semoga dapat nilai sempurna
Riza     :           Amin, semoga aja
            Dan semua itu terjadi, Lala berusaha dengan segala kemampuannya dan mendapat score tertinggi dan sempurna. Ia pun tak sabar untuk memberitahukan semuanya kepada Riza. Walaupun begitu, mereka tak selalu akur. Lala pun jarang berkomunikasi dengannya, namun Lala sabar dalam mengahadapi sikap Riza yang sok bijak dan cuek.
            Hinggga pada suatu ketika, Lala pun sangat kesal terhadapnya dan bilang “aku membencimu” tapi dengan tanpa rasa bersalahnya Riza menjawab “ Kebenciaan tercipta untuk melindungi cinta”. Siapa yang mau jika cintanya diselimuti dengan kebencian? Pikirnya dalam hati.  Uh…. Sangat menyebalkan
            Perpisahan sekolah pun tiba, namun Lala tak menginginkan itu semua. Karna mungkin dia akan jauh dengan Riza, tapi apa daya? Semua akan terjadi, dan ia tahu sebelumnya bahwa “Saat kau mengenal kasih sayang , kau juga menanggung resiko kebencian” tapi, sebenarnya Lla tak pernah membencinya dan “Jika ada pertemuan pasti akan ada perpisahan”. Lala pun sekarang di sekolah barunya, namun ia tak pernah melupakan Riza. Ia selalu ingin bertemu dengan Riza, tapi saat ia merencanakan pertemuaannya selalu da kendala. Lala pun percaya “Pertemuan terindah bukanlah pertemuan yang direncanakan namun pertemuan yang tak terduga datangnya”.  Dan jika tidak dapat bertemu, mungkin masa lalu itu lama kelamaan akan terlupakan. Atau mungkin tak perlu di lupakan tapi hanya perlu di tutup. Lala pun masih menyimpan pesan-pesan dari Riza terdahulu walaupun semua telah berakhir dan pada akhirnya membuatnya menangis.
            Di sekolah barunya, ada seorang kakak kelas yang mengingatkannya kepada masa lalunya, karena mirip dengan Riza. Bahkan ia sering menyebutnya Imitation Of Riza. Hhahhaaa.. Entah, kebetulan atau gimana ya? Sulit diungkapkan dengan kata-kata. Karena Lala tak bisa bertemu Riza namun ada yang mirip Riza yang lebih dekat. Tapi tetap saja Riza ya Riza, tak seorangpun yang dapat menggantikannya. Neo gatteun sarang tto eopssoe ( tak ada seorangpun yang seperti mu) hahha.
            Itulah kisah masa lalu Lala, Entah, akan terulang di masa depan ataupun tidak. Tomorrows way never knows. Ia pun merasa sedih ketika, mengingat semua itu. Bukannya masa lalu yang kelam yang membuatnya sedih namun masa lalu yang indah yang ia tahu bahwa semua takkan terulang. Temui aku tiga tahun lagi, jika ingin mengetahui lanjutan cerpaen ini. wkkwkw


{ 2 komentar... read them below or Comment }

Blogger templates

Widget edited by super-bee
Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

http://i1214.photobucket.com/albums/cc489/rizkyaddict/acak-acak/naruto%20cursor%20part%201/ani450.gif

Copyright © N -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan